√CURUG CINULANG : Keindahan Air Terjun di Antara Bandung dan Sumedang yang Bikin Hati Adem, Review & Info Tiket.

Curug Cinulang adalah salah satu air terjun paling ikonik yang berada di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Nama aslinya adalah Curug Sindulang, namun masyarakat lebih mengenalnya sebagai Curug Cinulang. Dalam bahasa Sunda, “curug” berarti air terjun. Lokasi wisata ini berada di kawasan pegunungan yang masih asri dan menyimpan pesona alam luar biasa.
Curug ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter, dan dikelilingi oleh tebing batu serta pepohonan hijau yang menyejukkan mata. Suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian berpadu dengan semilir angin dan suara kicauan burung, menciptakan suasana alam yang sangat menenangkan. Tak heran jika Curug Cinulang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah, apalagi bagi mereka yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.

Lokasi dan Rute Menuju Curug Cinulang
Alamat :
Curug Cinulang (Curug Sindulang)
Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka,
Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia
Kode Pos : 40395
Google Maps : https://maps.app.goo.gl/5JrtFMbUZtcm8vXe8
Rute Dari Bandung :
- Ambil arah ke Cibiru → teruskan ke Cileunyi → lanjutkan ke Cicalengka.
- Setelah sampai di Cicalengka, lanjutkan ke arah Nagreg, dan perhatikan plang petunjuk menuju Curug Cinulang.
- Ikuti jalan kecil menuju arah pegunungan, dan setelah sekitar 15 menit, kamu akan tiba di area parkir Curug Cinulang.
Jalan menuju curug ini sudah cukup baik, walaupun beberapa bagian jalan di dekat lokasi sedikit menanjak dan berkelok, khas jalur pegunungan. Tapi, itu semua akan terbayar lunas dengan panorama hijau yang menyegarkan mata.

Harga Tiket Masuk Curug Cinulang
Berikut adalah rincian harga tiket terbaru yang berlaku untuk wisatawan lokal dan mancanegara.
| Jenis Tiket | Harga per Orang |
| Tiket Masuk Wisatawan Lokal | Rp. 15.000 |
| Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara | Rp. 25.000 |
| Parkir Motor | Rp. 3.000 |
| Parkir Mobil | Rp. 5.000 |
| Sewa Gazebo | Rp. 30.000 – Rp. 50.000 |
| Biaya Camping (per malam) | Rp. 20.000 – Rp. 40.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pengelola.

Daya Tarik dan Keunikan Curug Cinulang
Air Terjun Kembar yang Megah
Curug Cinulang menampilkan daya tarik utama berupa dua aliran air terjun yang jatuh berdampingan dari ketinggian, menciptakan pemandangan air terjun kembar yang megah. Air yang mengalir dari sungai pegunungan ini tampak jernih dan terasa menyegarkan. Di bawah curug, aliran air membentuk kolam alami yang dangkal sehingga pengunjung bisa bermain air atau merendam kaki sambil menikmati suasana.
Udara Sejuk dan Alam yang Asri
Curug Cinulang berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, sehingga udara di sekitarnya terasa sejuk, bahkan dingin saat pagi atau sore hari. Suasana ini membuat para pengunjung betah berlama-lama. Deretan pohon pinus, bambu, dan tanaman liar tumbuh subur di sekitar curug, menciptakan lanskap hijau yang instagenic dan menenangkan.
Spot Foto Instagramable
Pengelola menyediakan berbagai spot foto menarik yang membuat para pengunjung tertarik untuk mengabadikan momen mereka. Banyak pecinta fotografi alam datang sejak pagi atau menjelang sore demi mendapatkan pencahayaan terbaik saat memotret air terjun dan pemandangan sekitarnya. Selain itu, pengelola juga membangun jembatan bambu, gardu pandang, dan bingkai foto unik sebagai latar foto yang menarik.
Area Camping dan Piknik
Bagi para pencinta alam yang ingin merasakan sensasi menginap di alam terbuka, Curug Cinulang menyediakan area camping yang bisa disewa. Pengunjung bisa mendirikan tenda di sekitar curug, lalu menikmati suasana malam ditemani suara air terjun yang menenangkan dan udara dingin yang menyegarkan.
Mitos dan Cerita Mistis
Warga sekitar mempercayai bahwa Curug Cinulang memiliki penghuni gaib yang menjaga kesakralan tempat ini. Oleh karena itu, masyarakat menyarankan para pengunjung untuk menjaga sikap dan ucapan selama berada di kawasan curug. Kisah-kisah mistis ini justru menambah aura misterius yang membuat wisata Curug Cinulang semakin menarik untuk dijelajahi.

Fasilitas di Curug Cinulang
Meski terletak di kawasan alam, fasilitas di Curug Cinulang cukup memadai untuk wisatawan. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:
- Area parkir luas untuk kendaraan roda dua dan empat
- Toilet dan kamar bilas yang cukup bersih
- Warung makanan dan minuman khas Sunda
- Gazebo atau saung untuk bersantai
- Tempat ibadah/mushola
- Pusat informasi wisata
- Tempat camping dan outbound
Namun, karena berada di alam terbuka, kamu tetap disarankan untuk membawa perlengkapan pribadi seperti jaket, baju ganti, dan obat-obatan dasar.
Cerita Panjang : Petualangan Tak Terlupakan di Curug Cinulang
Pertama kali aku mendengar nama Curug Cinulang adalah dari sahabatku yang suka naik motor ke tempat-tempat anti-mainstream. Dia bilang, “Lu harus ke Curug Cinulang, pemandangannya gila banget!”
Akhirnya, aku dan tiga teman merencanakan perjalanan ke sana akhir pekan itu juga. Kami berangkat dari Bandung jam 6 pagi. Udara masih dingin, dan kabut tipis masih menyelimuti jalanan kota. Perjalanan ke Cicalengka cukup lancar, lalu kami lanjutkan ke arah Nagreg.
Setelah sampai di gerbang masuk Curug Cinulang, kami langsung disambut oleh udara pegunungan yang super sejuk dan aroma tanah basah yang khas. Suara air sudah terdengar meski curugnya belum terlihat. Kami berjalan kaki menuruni jalan setapak kecil yang dikelilingi pepohonan. Tiba-tiba, di balik pepohonan rimbun, muncul dua air terjun yang jatuh deras dari tebing batu tinggi. Rasanya seperti menemukan surga tersembunyi.
Kami segera mendekat ke kolam di bawah curug. Airnya dingin banget! Tapi justru itu yang bikin segar. Salah satu teman langsung menceburkan diri ke kolam, dan kami menyusul tak lama kemudian. Setelah puas bermain air, kami naik ke area yang lebih tinggi untuk foto-foto. Di sana ada spot selfie yang dibuat dari bambu dengan latar belakang curug. Sumpah, hasil fotonya kayak wallpaper alam.
Saat matahari mulai tenggelam, suasana jadi lebih syahdu. Kabut tipis mulai turun, dan suara air terjun terdengar makin menggema. Kami duduk di gazebo sambil minum teh hangat dari warung setempat, menikmati momen senja yang magis. Rasanya damai banget.
Sebelum pulang, kami menyempatkan ngobrol dengan ibu penjaga warung. Ia bercerita bahwa Curug Cinulang sering dipakai untuk syuting sinetron dan lagu. Ternyata, lagu legendaris “Curug Cinulang” dari Doel Sumbang terinspirasi dari tempat ini!
Perjalanan pulang malam hari menyisakan kesan yang sangat dalam. Kami semua sepakat: Curug Cinulang bukan sekadar tempat wisata, tapi tempat pelarian dari penatnya dunia. Suasana alamnya menyihir, dan kenangan di sana akan selalu membekas.
Tips Berkunjung ke Curug Cinulang
- Datang pagi hari untuk menikmati udara segar dan menghindari keramaian.
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan anti selip, karena jalan menuju curug cukup licin.
- Bawa pakaian ganti, karena kamu pasti tergoda bermain air.
- Jangan lupa bawa kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk mengabadikan momen.
- Selalu jaga kebersihan, jangan meninggalkan sampah sembarangan.
- Hormati kepercayaan lokal dan jangan berkata sembarangan di area curug.
- Jika ingin camping, bawa perlengkapan lengkap, termasuk tenda, sleeping bag, dan makanan.
Kesimpulan
Curug Cinulang adalah pilihan sempurna bagi kamu yang ingin liburan alam dengan suasana yang masih alami dan segar. Keindahan air terjun kembar, udara pegunungan, serta suasana tenang menjadikannya tempat pelarian ideal dari keramaian kota. Ditambah lagi, harga tiket yang terjangkau membuatnya sangat worth-it untuk dikunjungi.
Baik kamu datang sendiri, bareng teman, atau keluarga, Curug Cinulang siap memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk agendakan liburanmu berikutnya ke Curug Cinulang!
Penulis TEAM LIBURAN
Kami adalah komunitas dinamis yang didedikasikan untuk menjelajahi keindahan alam, budaya, dan keunikan destinasi wisata baik yang populer maupun tersembunyi. Kami terdiri dari para petualang, pencinta alam, pecinta sejarah, hingga pemburu kuliner lokal yang bersama-sama membentuk tim eksplorasi yang solid dan penuh semangat.
