Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Barat » √ Kampung Naga – Tasikmalaya: Desa Adat dengan Tradisi yang Terjaga

√ Kampung Naga – Tasikmalaya: Desa Adat dengan Tradisi yang Terjaga

Sekilas Tentang Kampung Naga

Kampung Naga adalah desa adat yang terkenal di Tasikmalaya karena budaya dan arsitektur tradisional Sunda yang masih terjaga hingga kini.
Rumah-rumahnya berbentuk panggung dari kayu dan bambu, beratap ijuk, serta dikelilingi sawah dan sungai kecil.
Pengunjung bisa belajar tentang kearifan lokal, tradisi, dan cara hidup masyarakat Sunda yang masih lestari.


Lokasi dan Akses

Alamat: Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat


Harga Tiket Masuk

KategoriHargaKeterangan
Tiket MasukRp 5.000Termasuk biaya perawatan desa adat
Parkir MotorRp 2.000Area parkir dekat pintu masuk
Parkir MobilRp 5.000Aman dan cukup luas

💡 Pengunjung dihimbau menjaga ketenangan dan sopan santun selama berada di kampung.


Fasilitas di Kampung Naga

  • Area parkir motor dan mobil

  • Jalur pedestrian dan area wisata edukatif

  • Pemandu lokal untuk tur desa

  • Warung kecil dengan makanan khas Sunda

  • Toilet umum sederhana


Jam Operasional

Kampung Naga buka setiap hari pukul 08.00 – 17.00 WIB.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hingga siang hari agar suasana desa tetap tenang dan nyaman untuk eksplorasi.


Daya Tarik Utama

  • Arsitektur Tradisional Sunda: Rumah panggung dengan atap ijuk dan halaman asri.

  • Kearifan Lokal: Tradisi pertanian, upacara adat, dan cara hidup masyarakat desa.

  • Pemandangan Alam: Sawah, sungai, dan perbukitan sekitar desa.

  • Wisata Edukasi: Cocok untuk pelajar dan wisatawan yang ingin belajar budaya Sunda.


Tips Berkunjung

  • Hormati adat dan aturan kampung, hindari berisik atau merusak lingkungan.

  • Gunakan pakaian sopan.

  • Datang pagi untuk suasana lebih tenang dan nyaman.

  • Bawa kamera untuk mengabadikan arsitektur dan pemandangan alam.


Kesimpulan

Kampung Naga Tasikmalaya adalah destinasi wisata budaya dan edukasi yang unik.
Dengan arsitektur tradisional, tradisi yang terjaga, dan pemandangan alami, kampung ini menjadi tempat yang ideal untuk belajar budaya Sunda dan menikmati ketenangan desa.

Penulis

Go Trip Explorer adalah komunitas perjalanan yang berdiri sejak 2020, berfokus pada Eksplorasi Destinasi Wisata Indonesia dan Mancanegara secara informatif, inspiratif, Kami hadir untuk menjembatani para pelancong dengan pengalaman autentik melalui konten berkualitas, panduan wisata, review penginapan, hingga layanan tur khusus.

Rekomendasi Untuk Anda

  • √ WISATA GEDUNG SATE BANDUNG : Sejarah, Arsitektur, dan Panduan Lengkap Liburan Review & Info Tiket

    √ WISATA GEDUNG SATE BANDUNG : Sejarah, Arsitektur, dan Panduan Lengkap Liburan Review & Info Tiket

    • 0Komentar

    Jika kamu pernah berkunjung ke Kota Bandung, pasti pernah mendengar atau bahkan melihat bangunan megah dengan hiasan tusuk sate di puncaknya. Bangunan ini dikenal dengan nama Gedung Sate, salah satu landmark paling ikonik di Indonesia. Bukan hanya sekadar bangunan pemerintahan, Gedung Sate kini juga menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi yang menarik bagi semua kalangan. […]

  • √  Tegal Mas: Maldives-nya Lampung dengan Pesona Laut dan Bukit

    √ Tegal Mas: Maldives-nya Lampung dengan Pesona Laut dan Bukit

    • 0Komentar

    Kalau kamu mengira Lampung hanya punya pantai dan pulau kecil biasa, tunggu sampai kamu menjejakkan kaki di Pulau Tegal Mas. Terletak di Teluk Lampung, pulau ini memadukan keindahan laut biru, pasir putih, dan suasana tropis yang bikin siapa pun jatuh cinta sejak pandangan pertama. Tak heran, banyak yang menyebut Pulau Tegal Mas sebagai “Maldives-nya Lampung” […]

  • √ PLTD APUNG : kapal besi di daratan, luka yang berubah jadi harapan, Review & Info

    √ PLTD APUNG : kapal besi di daratan, luka yang berubah jadi harapan, Review & Info

    • 0Komentar

    PLTD Apung adalah sebuah kapal pembangkit listrik milik PLN yang dahulu berfungsi sebagai pembangkit listrik terapung. Kapal ini menjadi terkenal setelah terseret sejauh 5 kilometer dari laut ke tengah kota Banda Aceh akibat gelombang tsunami 26 Desember 2004. Kini, kapal raksasa seberat 2.600 ton ini menjadi situs wisata edukasi dan monumen sejarah yang menyimpan ribuan […]

  • √ Benteng Marlborough: Jejak Kejayaan Kolonial Inggris di Jantung Bengkulu

    √ Benteng Marlborough: Jejak Kejayaan Kolonial Inggris di Jantung Bengkulu

    • 0Komentar

    Bengkulu bukan cuma soal pantai dan alamnya yang memesona. Kota ini juga menyimpan sepotong sejarah kolonial yang masih berdiri gagah: Benteng Marlborough. Terletak di pusat kota, tak jauh dari bibir laut, benteng ini seperti saksi bisu dari era penjajahan — diam, kokoh, dan penuh cerita. Bagi yang baru pertama datang, Benteng Marlborough bukan hanya sekadar […]

  • √ Benteng Kuto Besak: Jejak Sejarah Kesultanan Palembang di Tepi Sungai Musi

    √ Benteng Kuto Besak: Jejak Sejarah Kesultanan Palembang di Tepi Sungai Musi

    • 0Komentar

    Benteng Kuto Besak yang berdiri megah di tepi Sungai Musi menjadi simbol kejayaan masa lalu Kesultanan Palembang Darussalam. Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo memulai pembangunan benteng ini pada tahun 1780 dan menyelesaikannya pada tahun 1797, tepat di masa pemerintahannya. Berbeda dari benteng-benteng kolonial yang dibangun oleh Belanda, Kesultanan Palembang sendirilah yang membangun Kuto Besak. […]

  • √ Taman Cerdas Samarinda: Wisata Edukatif & Area Santai Keluarga, Review & Info Lengkap

    √ Taman Cerdas Samarinda: Wisata Edukatif & Area Santai Keluarga, Review & Info Lengkap

    • 0Komentar

    Taman Cerdas Samarinda menjadi destinasi favorit bagi keluarga dan anak-anak di kota ini. Selain menyediakan area bermain anak yang lengkap, taman ini juga menghadirkan ruang baca terbuka sehingga pengunjung dapat belajar sambil menikmati waktu santai. Karena taman ini selalu terawat dengan baik, pengunjung merasa nyaman untuk beraktivitas maupun bersantai. Selain itu, taman ini memiliki banyak […]

expand_less