Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Destinasi Wisata Favorit » Bandung » √ CURUG MALELA : Surga Tersembunyi di Pelosok Bandung Barat, Review & Info Tiket

√ CURUG MALELA : Surga Tersembunyi di Pelosok Bandung Barat, Review & Info Tiket

Pernahkah kamu membayangkan melihat air terjun lebar dan megah seperti Niagara di Indonesia? Jika iya, kamu tidak perlu terbang jauh-jauh ke Amerika. Cukup pergi ke pelosok Bandung Barat, dan kamu akan menemukan panorama luar biasa dari Curug Malela, sebuah air terjun eksotis yang sering disebut “Niagara mini” dari Jawa Barat.

Curug Malela kini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang banyak digemari traveler, terutama para pecinta petualangan dan keindahan alam tersembunyi. Meskipun perjalanan menuju Curug Malela penuh tantangan, setiap langkah yang kamu ambil akan terbayar dengan pemandangan spektakuler yang ditawarkan.

Deskripsi Singkat Curug Malela

Curug Malela terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Air terjun ini merupakan bagian dari aliran Sungai Cidadap yang berasal dari kawasan Gunung Kendeng. Dengan lebar sekitar 50 meter dan tinggi mencapai 70 meter, air terjun ini mengalir deras di atas tebing batu besar, membentuk tirai air yang megah. Pada musim hujan, debit airnya meningkat drastis, menciptakan semburan air yang spektakuler dan menambah kesan magis pada suasana sekitarnya.

Curug Malela dikelilingi oleh perbukitan hijau, hutan bambu, dan udara sejuk khas pegunungan. Lokasinya yang masih terpencil membuat suasana sekitar curug terasa alami, tenang, dan jauh dari hiruk-pikuk kota besar.

HARGA TIKET MASUK CURUG MALELA

Berikut ini adalah daftar harga tiket dan biaya tambahan untuk mengunjungi Curug Malela:

Jenis TiketHarga (Rp)
Tiket Masuk WisataRp. 15.000
Parkir MotorRp.   5.000
Parkir MobilRp. 10.000
Ojek dari Pos ke Curug (PP)Rp. 50.000 – Rp. 60.000
Sewa Gazebo (opsional)Rp. 20.000 – Rp. 30.000

Catatan: Harga bisa berubah tergantung musim liburan dan kebijakan pengelola lokal.

PERJALANAN MENUJU CURUG MALELA

Untuk bisa mencapai Curug Malela, kamu harus melewati beberapa tahap perjalanan. Dari Kota Bandung, kamu bisa menuju arah Cimahi – Batujajar – Cililin – Sindangkerta – Gunung Halu – Desa Cicadas. Total jarak tempuh sekitar 60 km dengan waktu perjalanan sekitar 3–4 jam tergantung kondisi lalu lintas.

Bagian yang paling menantang adalah dari Desa Cicadas ke lokasi curug, yang merupakan jalur tanah berbatu dan cukup curam. Di sini, kamu bisa memilih berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek lokal (ojek gunung) yang telah terbiasa membawa wisatawan melewati jalur ekstrem ini.

CERITA PANJANG DI BALIK PESONA CURUG MALELA

Jejak Awal dan Mitos yang Menghantui

Dulu, banyak orang meyakini tempat ini sebagai lokasi pertapaan dan percaya bahwa aura magisnya sangat kuat. Beberapa orang tua bahkan masih meyakini bahwa makhluk gaib menjaga curug ini. Namun, seiring berjalannya waktu dan banyaknya wisatawan yang datang, daya tarik mistis tersebut berubah menjadi daya tarik wisata yang menawan.

Curug yang Menuntut Perjuangan

Perjalanan menuju Curug Malela memang penuh tantangan. Jalannya penuh tanjakan, turunan curam, dan medan licin, terutama saat musim hujan. Namun, justru inilah tantangan yang membuat petualanganmu semakin seru! Di sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa, seperti sawah berundak, hutan bambu, dan kabut tipis yang menggantung di pagi hari.

Momen Pertama Bertemu Malela

Setelah tiba di spot utama dan melihat Curug Malela dari kejauhan, kamu akan merasa haru dan takjub. Dentuman air yang jatuh dari ketinggian, hembusan angin yang membawa uap air, serta cahaya matahari yang memantul di permukaan air akan menciptakan pelangi kecil. Suasana ini akan membuatmu merasa seperti berada di dunia dongeng.

Aktivitas Seru di Curug Malela

  • Trekking dan Hiking: Sebelum mencapai curug, kamu akan melewati jalur yang cukup menantang. Ini adalah kesempatan bagus buat kamu yang suka eksplorasi alam!

  • Camping: Banyak wisatawan memilih untuk camping di sekitar kawasan curug, terutama komunitas pecinta alam.

  • Fotografi: Air terjun yang lebar, kabut uap air, dan latar belakang hutan yang lebat menjadikan spot ini surga bagi para fotografer landscape.

  • Main air atau sekadar duduk santai: Jika kamu tidak ingin terlalu capek, kamu bisa duduk di batu besar di pinggir aliran sungai sambil menikmati udara segar

 

TIPS BERKUNJUNG KE CURUG MALELA

  1. Datang saat musim kemarau. Debit air lebih stabil dan jalur trekking tidak terlalu licin.
  2. Gunakan sepatu gunung atau sandal trekking. Jalur tanah berbatu dan curam akan berbahaya kalau pakai sandal biasa.
  3. Bawa bekal makanan dan air. Di area curug belum banyak warung.
  4. Simpan sampahmu sendiri. Jaga kebersihan dan kelestarian alam ya!
  5. Datang pagi hari. Selain cuaca masih bersahabat, kamu bisa menikmati curug tanpa terlalu banyak pengunjung.

FASILITAS DI SEKITAR CURUG MALELA

Walau lokasinya tergolong terpencil, kini pengelola wisata lokal telah menyediakan beberapa fasilitas dasar:

  • Area parkir luas
  • Toilet umum
  • Gazebo dan tempat istirahat
  • Jasa ojek lokal
  • Spot foto alam
  • Beberapa warung sederhana di area pos tiket

Namun, fasilitas seperti penginapan dan restoran belum tersedia langsung di dekat curug. Jadi kalau kamu butuh tempat menginap, bisa cari penginapan di sekitar Kecamatan Rongga atau Gunung Halu.

PENGEMBANGAN EKOWISATA CURUG MALELA

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menaruh perhatian besar pada pengembangan kawasan Curug Malela. Beberapa tahun terakhir, akses jalan perlahan diperbaiki, dan warga lokal dilibatkan sebagai mitra wisata untuk membantu pelayanan ojek, parkir, hingga kebersihan.

Curug Malela kini menjadi contoh kawasan wisata yang tumbuh dari bawah: dari tempat yang dulunya tersembunyi dan sepi, kini mulai dilirik wisatawan lokal hingga mancanegara. Namun, penting untuk terus menjaga keseimbangan antara kunjungan wisata dan kelestarian alam.

KEINDAHAN ALAM LAIN DI SEKITAR CURUG MALELA

Kalau kamu punya waktu lebih, cobalah jelajahi curug-curug lain yang berada satu aliran dengan Curug Malela, seperti:

  • Curug Katumiri
  • Curug Ngebul
  • Curug Palisir
  • Curug Manglid

Biasanya curug-curug ini belum seramai Curug Malela, tapi menyimpan keindahan yang tak kalah memukau. Ada pula jalur off-road dan camping ground di sekitar area Gunung Halu yang cocok buat petualangan panjang selama weekend.

Kesimpulan: Apa yang Membuat Curug Malela Spesial?

Curug Malela tidak hanya menawarkan pemandangan air terjun yang megah, tetapi juga menyimpan keindahan tersembunyi yang bisa dinikmati oleh mereka yang berani menjelajah. Setiap tetes air yang jatuh, setiap batu yang licin, dan setiap jejak kaki di tanah merah menciptakan cerita tak terlupakan.

Jika kamu mencari wisata alam yang berbeda dari biasanya, jauh dari keramaian, dan dekat dengan alam yang masih murni, Curug Malela adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.

FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Curug Malela

Q: Apakah Curug Malela aman untuk anak-anak?
A: Jalur menuju curug cukup ekstrem, jadi sebaiknya orang dewasa yang berpengalaman mendampingi anak-anak.

Q: Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Curug Malela?
A: Waktu terbaik adalah saat musim kemarau (Juli–September), karena jalur trekking lebih aman dan curug tampak lebih jelas.

Q: Apakah bisa berenang di bawah curug?
A: Tidak disarankan. Arus air sangat kuat dan dasar kolam tidak terlihat jelas.

Q: Apakah tersedia penginapan dekat curug?
A: Tidak ada penginapan tepat di area curug. Kamu bisa menginap di homestay lokal di daerah Gunung Halu.

Q: Apakah boleh membawa drone untuk merekam?
A: Boleh, selama tidak mengganggu pengunjung lain dan tetap menjaga keselamatan

.

Alamat Lengkap dan Lokasi Strategis

📍 Alamat & Koordinat: Sindangjaya, Kec. Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat

🌐 Google Maps: https://maps.app.goo.gl/a6u9qLD4ppjUV3cm7

Penulis

Tim Kami adalah sekelompok profesional dan pecinta alam yang memiliki semangat tinggi dalam menjelajahi, mempromosikan, dan mengembangkan potensi wisata lokal dan nasional. Kami terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari pemandu wisata berpengalaman, fotografer, penulis perjalanan, hingga pengelola destinasi dan konten kreator.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less