√ Candi Tikus: Jejak Peradaban Majapahit yang Unik di Trowulan,Review & Info Tiket.

Candi Tikus adalah salah satu situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit yang berlokasi di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Candi ini dikenal unik karena bentuknya menyerupai kolam pemandian dengan susunan batu bata merah yang tertata rapi. Menariknya, meskipun disebut “Candi Tikus”, bangunan ini tidak berkaitan langsung dengan hewan tikus. Nama tersebut diberikan karena dulunya tempat ini ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah dan menjadi sarang tikus.
Selain itu, Candi Tikus juga menjadi bukti kejayaan arsitektur dan sistem perairan yang maju pada masa kerajaan Majapahit. Banyak wisatawan datang untuk melihat keindahan struktur dan mempelajari sejarahnya secara langsung.
Sejarah Candi Tikus
Candi Tikus diperkirakan dibangun pada abad ke-13 hingga ke-14 Masehi, tepatnya pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit. Awalnya, candi ini ditemukan pada tahun 1914 oleh masyarakat setempat. Kemudian, dilakukan proses pemugaran oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1916.
Konon, Candi Tikus berfungsi sebagai tempat pemandian keluarga kerajaan atau tempat ritual penyucian. Selain itu, arsitektur candi ini juga dipercaya melambangkan sistem irigasi air yang penting bagi kehidupan agraris masyarakat Majapahit.
Dengan demikian, Candi Tikus bukan hanya sekadar situs arkeologi, tetapi juga simbol kecerdasan teknologi air di masa lampau.
Arsitektur dan Keunikan
Candi Tikus dibangun menggunakan batu bata merah khas Majapahit. Bangunan utamanya berbentuk kolam besar dengan tangga turun di bagian utara. Di bagian tengah kolam, terdapat struktur candi kecil berbentuk menara yang dikelilingi pancuran air.
Selain itu, setiap sisi kolam memiliki relief dan ornamen yang menggambarkan aliran air. Oleh karena itu, banyak ahli berpendapat bahwa Candi Tikus mencerminkan filosofi penyucian diri dan keseimbangan alam.
Menariknya lagi, sistem pengairan di candi ini dirancang dengan saluran air masuk dan keluar yang sangat teratur — bukti kemajuan teknik sipil di masa Majapahit.
Lokasi dan Akses
Alamat: Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
Google Maps: Cari “Candi Tikus Trowulan”
Candi Tikus berlokasi sekitar 13 km dari pusat Kota Mojokerto dan 60 km dari Surabaya. Selain mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi, banyak juga transportasi umum yang melewati kawasan Trowulan. Dengan demikian, tempat ini cocok dikunjungi sebagai bagian dari wisata sejarah Majapahit.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional
| Keterangan | Harga | Keterangan Tambahan |
|---|---|---|
| Tiket Masuk | Rp5.000 | Dewasa & anak-anak sama |
| Parkir Motor | Rp3.000 | Dekat pintu masuk |
| Parkir Mobil | Rp5.000 | Area luas dan aman |
| Jam Operasional | 08.00 – 17.00 WIB | Buka setiap hari |
Selain harga tiket yang sangat terjangkau, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan candi dengan tenang karena suasananya cukup sepi dan nyaman.
Daya Tarik Candi Tikus
Bentuk Arsitektur yang Unik
Bentuk kolam dengan susunan batu bata merah membuat Candi Tikus tampak berbeda dari candi-candi lain di Indonesia. Oleh karena itu, tempat ini sering dijadikan lokasi foto oleh wisatawan.Nilai Sejarah dan Edukasi
Bagi pecinta sejarah, Candi Tikus menawarkan pelajaran menarik tentang kebudayaan dan teknologi air pada masa Majapahit. Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan informasi dari papan keterangan di sekitar situs.Suasana Tenang dan Asri
Area sekitar candi dikelilingi taman hijau dan pepohonan. Dengan demikian, suasananya terasa teduh dan nyaman untuk berjalan santai atau belajar sejarah di udara terbuka.Dekat dengan Situs Majapahit Lainnya
Candi Tikus berdekatan dengan situs bersejarah lain seperti Candi Bajang Ratu, Candi Brahu, dan Museum Trowulan. Karena itu, wisatawan bisa menjelajahi beberapa destinasi sejarah sekaligus dalam satu hari.
Fasilitas yang Tersedia
Area parkir luas
Gazebo dan bangku taman
Toilet umum
Papan informasi sejarah
Area foto dan spot edukatif
Pedagang makanan dan minuman ringan
Dengan fasilitas tersebut, kunjungan ke Candi Tikus akan terasa lebih nyaman dan informatif. Terlebih lagi, suasananya cocok untuk wisata keluarga atau rombongan sekolah.
Tips Berkunjung ke Candi Tikus
Datang pagi atau sore hari agar tidak terlalu panas.
Gunakan alas kaki yang nyaman karena area cukup luas.
Jangan naik ke struktur candi untuk menjaga kelestariannya.
Bawa kamera untuk mengabadikan detail arsitektur.
Kunjungi juga situs lain di sekitar Trowulan agar pengalaman lebih lengkap.
Dengan memperhatikan tips ini, kamu bisa menikmati kunjungan ke Candi Tikus dengan lebih maksimal dan tetap menghormati situs bersejarah ini.
Penginapan di Sekitar Lokasi
Bagi pengunjung dari luar kota, beberapa pilihan penginapan terdekat antara lain:
De Resort Hotel Mojokerto – modern dan nyaman, sekitar 15 menit dari lokasi
Hotel Ayola Sunrise Mojokerto – cocok untuk keluarga
Homestay Trowulan Heritage – suasana klasik dekat situs Majapahit
Dengan demikian, wisatawan dapat menyesuaikan penginapan dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing.
Kesimpulan
Candi Tikus bukan hanya saksi bisu kejayaan Majapahit, tetapi juga wujud kemajuan peradaban dan kecerdasan nenek moyang dalam mengelola air. Selain itu, keindahan arsitekturnya menjadikan tempat ini destinasi wisata edukatif yang menarik untuk dikunjungi.
Oleh karena itu, jika kamu berkunjung ke Mojokerto, sempatkanlah mampir ke Candi Tikus untuk merasakan atmosfer sejarah dan budaya Jawa kuno yang begitu mempesona.
Penulis Go Trip Explorer
Go Trip Explorer adalah komunitas perjalanan yang berdiri sejak 2020, berfokus pada Eksplorasi Destinasi Wisata Indonesia dan Mancanegara secara informatif, inspiratif, Kami hadir untuk menjembatani para pelancong dengan pengalaman autentik melalui konten berkualitas, panduan wisata, review penginapan, hingga layanan tur khusus.


