Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pusat Kuliner » Bogor-Kuliner » √ De’ Leuit Bogor : Tempat Makan Ikonik dengan Nuansa Sunda yang Hangat

√ De’ Leuit Bogor : Tempat Makan Ikonik dengan Nuansa Sunda yang Hangat

Bogor selalu menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk pikuk kota besar. Selain dikenal dengan udara sejuk dan panorama alam yang menawan, Bogor juga populer sebagai surga kuliner. Di antara deretan restoran khas Sunda yang tersebar di kota hujan ini, De’ Leuit Bogor menempati posisi istimewa. Restoran ini bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga sebuah ruang untuk berkumpul, berbagi cerita, dan merasakan kehangatan budaya Sunda yang begitu kental.

Suasana dan Konsep Restoran

Begitu memasuki area De’ Leuit, pengunjung langsung disambut dengan nuansa pedesaan Sunda yang menenangkan. Bangunan restoran didominasi oleh material kayu dan bambu, sehingga menghadirkan kesan tradisional sekaligus alami. Meja-meja kayu tertata rapi, sementara lampu gantung dengan cahaya temaram menambah suasana hangat.

Selain itu, restoran ini menyediakan dua pilihan tempat duduk: lesehan di saung bambu atau kursi dengan meja kayu klasik. Kehadiran saung-saung yang berjajar rapi membuat pengalaman makan semakin autentik. Tidak heran, banyak keluarga maupun rombongan wisatawan memilih De’ Leuit sebagai tempat makan bersama karena atmosfernya sangat mendukung kebersamaan.

Lebih jauh lagi, restoran ini juga memiliki area outdoor yang memungkinkan pengunjung menikmati hidangan sambil merasakan hembusan angin sejuk khas Bogor. Dengan pemandangan hijau yang menenangkan, makan di sini seolah menjadi perjalanan singkat kembali ke alam.

Cita Rasa yang Menggugah Selera

Menu andalan De’ Leuit tentu saja makanan khas Sunda. Salah satu hidangan paling populer adalah Nasi Jambal, yang disajikan lengkap dengan ikan asin jambal roti, sambal, lalapan, serta berbagai lauk tambahan. Perpaduan rasa gurih dan pedas ini benar-benar memanjakan lidah.

Tidak hanya itu, ada juga Gurame Goreng Terbang yang menjadi favorit banyak pengunjung. Gurame ini digoreng hingga garing dengan tampilan menarik, kemudian disajikan bersama sambal khas Sunda. Rasa renyah di luar namun tetap lembut di dalam membuat siapa pun ketagihan.

Selain menu tradisional, De’ Leuit juga menghadirkan variasi hidangan modern seperti sop buntut, iga bakar madu, hingga berbagai olahan seafood. Dengan pilihan menu yang begitu beragam, restoran ini mampu memuaskan selera semua kalangan, baik yang menggemari kuliner khas Sunda maupun yang ingin mencoba variasi lain.

Cerita Pengalaman Kuliner

Banyak pengunjung yang datang ke De’ Leuit Bogor bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk merayakan momen penting. Mulai dari acara keluarga, ulang tahun, hingga pertemuan bisnis sering kali diadakan di sini. Suasana yang ramah dan pelayanan yang sigap membuat setiap momen terasa lebih berkesan.

Misalnya, seorang wisatawan dari Jakarta menceritakan pengalamannya saat pertama kali mencicipi Nasi Jambal di De’ Leuit. Ia terkesan dengan rasa autentik yang mengingatkan pada masakan rumah neneknya di kampung. Cerita-cerita semacam ini menegaskan bahwa De’ Leuit bukan hanya sekadar restoran, melainkan juga tempat yang membangkitkan nostalgia.

Lebih dari itu, restoran ini sering menjadi pilihan bagi para pekerja kantoran yang ingin melepas penat setelah seharian bekerja. Mereka berkumpul di meja panjang, berbagi makanan, sambil bercengkerama hangat. Inilah nilai lebih De’ Leuit: menghadirkan suasana kekeluargaan yang sulit ditemukan di restoran modern lainnya.

Harga Menu dan Tiket Masuk

Berbicara tentang harga, De’ Leuit Bogor termasuk restoran yang ramah di kantong. Walaupun tempatnya luas dan nyaman, menu makanan yang ditawarkan tetap terjangkau. Berikut gambaran rata-rata harga menu di De’ Leuit:

Menu AndalanHarga (Rp)
Nasi JambalRp.  35.000 –  Rp.   45.000
Gurame Goreng Terbang Rp. 75.000 –  Rp. 120.000
Sop Buntut Rp. 65.000 –  Rp.   85.000
Iga Bakar Madu Rp. 75.000 –  Rp.    95.000
Paket Nasi Liwet untuk 4 orang Rp. 150.000 –Rp. 200.000
Aneka Sambal & Lalapan Rp. 10.000 –  Rp.   20.000
Minuman Tradisional (Bajigur, Bandrek) Rp. 15.000 –  Rp.    25.000

Menariknya, tidak ada tiket masuk yang harus dibayar untuk menikmati suasana di De’ Leuit. Pengunjung cukup membayar pesanan makanan dan minuman sesuai dengan menu yang dipilih. Dengan harga yang bersahabat, restoran ini mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, keluarga, hingga wisatawan mancanegara.

Lokasi dan Akses

De’ Leuit Bogor berlokasi di pusat kota, sehingga mudah dijangkau dari berbagai arah. Letaknya dekat dengan kawasan wisata dan perkantoran, menjadikan restoran ini sering menjadi tempat persinggahan wisatawan maupun warga lokal.

Alamat : Jl. Pakuan No. 3, Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.

Google Map : https://maps.app.goo.gl/Yk3ZLDr51mtGUTAT8

Lokasi ini juga strategis karena dekat dengan pintu keluar Tol Jagorawi. Jadi, bagi pengunjung dari Jakarta atau kota lain, perjalanan menuju De’ Leuit bisa ditempuh dengan mudah. Selain itu, tersedia area parkir yang luas sehingga rombongan besar tidak perlu khawatir.

Fasilitas Penunjang

Agar pengalaman bersantap semakin nyaman, De’ Leuit menyediakan berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya:

  • Area parkir luas untuk mobil dan bus pariwisata.

  • Mushola yang bersih dan terawat.

  • Wi-Fi gratis bagi pengunjung.

  • Ruang VIP untuk acara khusus atau pertemuan bisnis.

  • Live music di akhir pekan yang menambah suasana hangat.

Dengan fasilitas lengkap tersebut, tidak mengherankan bila banyak orang menjadikan De’ Leuit sebagai destinasi kuliner utama di Bogor.

Kesimpulan

De’ Leuit Bogor bukan sekadar restoran, tetapi sebuah destinasi kuliner yang mampu menghadirkan pengalaman menyeluruh. Dari suasana pedesaan yang hangat, cita rasa autentik khas Sunda, hingga pelayanan ramah, semuanya dirancang untuk memberikan kepuasan bagi pengunjung. Dengan harga yang terjangkau serta lokasi strategis, De’ Leuit menjadi pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin menikmati kuliner khas Sunda di kota hujan.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa De’ Leuit adalah ikon kuliner Bogor. Setiap kunjungan selalu meninggalkan kesan mendalam, baik bagi warga lokal maupun wisatawan. Jadi, jika Anda berkunjung ke Bogor, pastikan untuk menyempatkan diri singgah di De’ Leuit dan rasakan sendiri pesonanya.

Penulis

Tim Eksplorasi Wisata adalah sekelompok pecinta perjalanan dan budaya yang memiliki misi untuk mengangkat keindahan serta kekayaan destinasi wisata Indonesia ke panggung nasional dan internasional. Dibentuk oleh para jurnalis perjalanan, fotografer profesional, peneliti sejarah, dan penggiat pariwisata lokal, tim ini aktif mendokumentasikan, mengevaluasi, dan mempromosikan tempat-tempat wisata dari perspektif informatif dan inspiratif.

Rekomendasi Untuk Anda

  • √ Situ Gede: Wisata Alam dan Danau Asri di Jawa Barat

    √ Situ Gede: Wisata Alam dan Danau Asri di Jawa Barat

    • 0Komentar

    Sekilas Tentang Situ Gede Situ Gede adalah danau alami yang menawarkan pemandangan menenangkan dan udara sejuk di kawasan Jawa Barat. Tempat ini populer bagi pengunjung yang ingin bersantai, menikmati alam, atau melakukan aktivitas ringan seperti berperahu, memancing, dan piknik bersama keluarga. Selain itu, Situ Gede juga menjadi lokasi spot foto alam yang instagramable, terutama di […]

  • √ Pantai Sungai Suci: Menyusuri Keindahan Alam Bengkulu dengan Nuansa Mistis dan Eksotis

    √ Pantai Sungai Suci: Menyusuri Keindahan Alam Bengkulu dengan Nuansa Mistis dan Eksotis

    • 0Komentar

    Pantai Sungai Suci adalah salah satu destinasi wisata yang memesona di Provinsi Bengkulu. Terletak di Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, pantai ini menawarkan pemandangan laut lepas yang luas dengan pulau karang unik yang bisa diakses melalui jembatan gantung. Banyak orang menyebutnya sebagai versi mini dari Tanah Lot Bali, karena letaknya yang […]

  • √ Masjid Raya Al-Manan Dumai: Ikon Religi & Kebanggaan Kota Dumai, Review & Info Lengkap

    √ Masjid Raya Al-Manan Dumai: Ikon Religi & Kebanggaan Kota Dumai, Review & Info Lengkap

    • 0Komentar

    Masjid Raya Al-Manan menjadi salah satu bangunan paling ikonik di Kota Dumai. Sejak pertama melihatnya, pengunjung langsung merasakan kesan megah dari kubah besar dan menara yang menjulang. Selain itu, area masjid yang luas membuat suasana terasa lapang dan nyaman untuk beribadah maupun berkunjung. Karena posisinya yang strategis, masjid ini sering menjadi pusat kegiatan keagamaan dan […]

  • √ Air Terjun Bakan: Permata Alam Tersembunyi di Bolaang Mongondow,Review & Info Tiket

    √ Air Terjun Bakan: Permata Alam Tersembunyi di Bolaang Mongondow,Review & Info Tiket

    • 0Komentar

    Air Terjun Bakan merupakan salah satu keajaiban alam yang menawan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Air terjun ini terkenal karena aliran airnya yang jernih, udara yang sejuk, serta suasananya yang damai dan alami. Terletak di tengah kawasan perbukitan hijau, tempat ini menjadi destinasi favorit bagi pecinta alam dan petualangan yang ingin menikmati suasana tenang […]

  • √ Alun-Alun Purwokerto: Daya Tarik, Fasilitas, dan Spot Foto Terbaru Review & Harga Tiket

    √ Alun-Alun Purwokerto: Daya Tarik, Fasilitas, dan Spot Foto Terbaru Review & Harga Tiket

    • 0Komentar

    Sekilas Tentang Alun-Alun Purwokerto Alun-Alun Purwokerto merupakan salah satu ikon utama Kabupaten Banyumas yang selalu ramai dikunjungi warga dan wisatawan. Sebagai pusat kegiatan masyarakat, tempat ini tidak hanya menjadi ruang publik, tetapi juga destinasi wisata yang nyaman untuk bersantai, berolahraga, hingga menikmati kuliner khas daerah. Area alun-alun dikelilingi taman hijau, pepohonan rindang, dan jalan pedestrian […]

  • √ PLTD APUNG : kapal besi di daratan, luka yang berubah jadi harapan, Review & Info

    √ PLTD APUNG : kapal besi di daratan, luka yang berubah jadi harapan, Review & Info

    • 0Komentar

    PLTD Apung adalah sebuah kapal pembangkit listrik milik PLN yang dahulu berfungsi sebagai pembangkit listrik terapung. Kapal ini menjadi terkenal setelah terseret sejauh 5 kilometer dari laut ke tengah kota Banda Aceh akibat gelombang tsunami 26 Desember 2004. Kini, kapal raksasa seberat 2.600 ton ini menjadi situs wisata edukasi dan monumen sejarah yang menyimpan ribuan […]

expand_less